Keep Sharp!

21 Jan

Katakan padaku hai tukang kayu,

Bagaimana caramu memotong kayu?

Lihat, lihat, anakku,

Beginilah caraku memotong kayu…

 

Ingat lagu anak-anak ini? Dulu mungkin masih cukup populer, namun lihat sekarang, apa yang dihafal anak-anak…

Nah, bagaimana caranya menebang pohon atau memotong kayu? Kita sudah tahu bahwa cukong zaman sekarang sudah sangat modern dengan alat-alat canggihnya untuk merambah hutan. Namun, kita flashback sebentar ke masa lalu ketika orang menebang pohon masih menggunakan kapak, ada cerita sendiri di dalamnya…

 

Suatu hari ada seorang tukang kayu yang masih muda. Ia baru saja akan memulai pekerjaannya menjadi seorang tukang kayu yang mandiri. Ia pergi ke toko untuk membeli sebuah kapak. Ia mencobanya terlebih dahulu agar tahu ketajamannya, dan memang, kapak yang ia beli sangat tajam. Ia sangat puas dan pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya, ia pergi ke hutan untuk menebang pohon dan menjual kayunya. Hari itu ia dapat menebang hingga 8 pohon. Ia sangat puas karena mendapat uang banyak dan memutuskan untuk menebang lebih banyak lagi keesokan harinya.

Selama beberapa hari kemudian, hasil tebangannya bertambah banyak, begitu pula dengan uang yang dikumpulkannya. Namun suatu hari, ia tidak dapat menebang lebih banyak daripada hari sebelumnya. Ia  heran, mungkinkah ia telah kehilangan kekuatannya? Ia bekerja lebih keras, namun beberapa hari kemudian, tebangannya menjadi semakin sedikit. Ia memutuskan untuk membeli kapak baru lagi. Ia membawa kapak lamanya ke toko yang sama untuk protes.

“Kapak yang saya beli tempo hari tidak tahan lama! Pohon yang saya tebang semakin sedikit, padahal saya bekerja makin keras,” protesnya. Si penjual memperhatikan kapak yang disodorkan dan berkomentar, “Kapan terakhir kali Anda mengasah kapak Anda?” tanyanya. “Mana sempat? Saya sibuk bekerja,” jawab si pemotong kayu.

 

Kalau semua cukong seperti itu mungkin hutan masih akan tetap lebih bagus. Uh-oh, bukan seperti itu maksudnya. Kisah diatas menunjukkan bahwa kita juga perlu belajar untuk memahami kekurangan diri kita. Dengan memahami kekurangan kita, kita dapat melejitkan yang memang menjadi potensi kita agar hasil kerja kita maksimal. Intinya adalah introspeksi dan evaluasi dari proses belajar kita untuk menjadi lebih baik, bisa belajar dari orang yang ahli atau belajar dari pengalaman.

Dalam bekerja maupun belajar, waktu rehat memang diperlukan, terutama untuk mengasah ‘kapak’. Tidak hanya ilmu yang di-upgrade, namun juga kepribadian sosial dan spiritual kita agar hidup kita seimbang. Recharge lagi semangat kita dengan kombinasi perluasan wawasan, pengembangan jiwa sosial, dan suntikan spiritual dalam menjalani keseharian kita. So, keep your mind sharp!

 

3 Responses to “Keep Sharp!”

  1. Tiffaney Braham January 29, 2012 at 3:38 pm #

    One more issue is that video games usually are serious naturally with the principal focus on learning rather than leisure. Although, it has an entertainment facet to keep your children engaged, each and every game will likely be designed to work towards a specific set of skills or program, such as numbers or research. Thanks for your write-up.

  2. mink pink sheer brilliance blouse February 5, 2012 at 12:55 pm #

    I am not sure where you are getting your information, but great topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more. Thanks for great information I was looking for this information for my mission.

  3. Kristin Huffaker February 6, 2012 at 1:17 am #

    I am extremely impressed together with your writing abilities and also with the structure for your weblog. Is this a paid topic or did you customize it yourself? Anyway keep up the nice quality writing, it¡¦s rare to see a great blog like this one today..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: