Quiz Pemuliaan Pohon

21 Jan
  1. Apakah pada persilangan generasi kedua frekuensi genotipenya berubah?

Jawaban:

  1. Berbagai bentuk tekanan evolusi mengubah komposisi genetik suatu populasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Padahal, penghubung antar generasi adalah alel, dan bukan genotype karena genotype terpisah dalam proses segregasi dan rekombinasi selama meiosis. Secara terpisah, Hardy dan Weinberg bekerja untuk mengetahui hubungan antara frekuensi alel di satu generasi dan frekuensi alel dan genotype pada generasi berikutnya dengan beberapa ketentuan kondisi berikut:
    1. Organism tersebut diploid dan bereproduksi secara seksual.
    2. Generasi yang dihasilkan tidak terlalu banyak.
    3. Berlaku kawin acak.
    4. Semua genotype mampu untuk berkembang dan fertile (tidak ada seleksi).
    5. Mutasi kecil.
    6. Tidak ada pergerakan individu (migrasi) ke dalam suatu populasi.
    7. Ukuran populasi amat besar.

Misal diberikan satu lokus dengan dua alel, A1 dan A2 dengan frekuensi f(A1)=p dan f(A2)=q, konsekuensi dari keadaan tersebut seperti yang disebutkan dalam hukum Hardy-Weinberg adalah:

  • Frekuensi alel tidak akan berubah pada generasi-generasi berikutnya.
  • Frekuensi genotype mencapai hubungan konstan menurut proporsi: f(A1A1)=p2, f(A1A2)=2pq, f(A2A2)=q2
  • Frekuensi genotype yang konstan tersebut akan tercapai setelah satu generasi dari kawin acak tanpa memperhatikan alel sumbernya dan frekuensi genotype populasi tersebut.

Kesimpulan dari Hukum Hardy-Weinberg adalah absennya tekanan evolusi yang spesifik menyebabkan berubahnya frekuensi alel, mekanisme pewarisan Mendel, dengan sendirinya menyimpan variasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ditambah lagi, ketika proses kawin yang terjadi adalah acak, proporsi genotipe bisa diperkirakan dari frekuensi alel menggunakan persamaan: f(A1A1)=p2, f(A1A2)=2pq, f(A2A2)=q2.

Dalam populasi yang sebenarnya, frekuensi genotype tidak dapat diketahui secara pasti, namun dapat di-estimasi dari sample individu-individu yang menggambarkan populasinya. Proporsi genetik dalam populasi alamiah pada pohon-pohon hutan (dan banyak organism lain) seringkali mendekati perkiraan Hardy-Weinberg. Hal ini dikarenakan sistem kawin dalam pohon-pohon hutan dan tanaman tingkat tinggi yang lain seringkali mendekati kawin acak.

Kesimpulan: Menurut hukum Hardy-Weinberg, frekuensi genotipe suatu populasi tidak berubah dan tetap konstan sepanjang generasi berikutnya (begitu pula setelah generasi kedua) selama kondisi yang mendukung hukum Hardy-Weinberg terpenuhi. Namun jika terjadi kawin kerabat (inbreeding) atau penyerbukan sendiri (selfing), frekuensi genotipe akan berubah, terjadi mulai  persilangan antar kerabat pada generasi kedua. Pada mulanya populasi tersebut masih akan mengikuti persamaan Hardy-Weinberg pada generasi pertama, namun pada generasi-generasi berikutnya kan terjadi pengurangan jumlah individu heterozigot secaar signifikan.  Frekuensi alel tetap tidak berubah, namun karena genotype pada persilangan akan terjadi segregasi dan penggabungan, frekuensinya akan berubah. Individu heterozigot akan berkurang jumlahnya, dan individu homozigot akan bertambah. Hal tersebut juga akan mengurangi variabilitas genetic populasi tersebut.

Sumber: White, Timothy L., W. Thomas Adams, and David B. Neale. 2007. Forest Genetic. CAB International. London.

  1. Bagaimana variabilitas genetik pada generasi kedua? Makin banyak atau makin sedikit?
Jawaban:
  1. Implikasi Hukum Hardy-Weinberg dalam populasi yang sebenarnya antara lain penyimpanan dan konservasi variasi genetik. Sekali frekuensi genotype persamaan Hardy-Weinberg dicapai, mereka akan selalu konstan dalam generasi-generasi selanjutnya selama kondisi yang mendukung Hukum Hardy-Weinberg terpenuhi. Kawin acak dalam populasi yang besar bertindak untuk melindungi variasi genetik yang ada dalam populasi. Bahkan di dalam populasi dengan inbred yang tinggi, hanya satu generasi dari kawin acak yang diperlukan untuk melindungi frekuensi persamaan Hardy-Weinberg.

Kesimpulan: variabilitas genetik pada persilangan generasi kedua akan mengarah pada keadaan konstan (tidak makin banyak atau sedikit) menurut Hukum dan persamaan Hardy-Weinberg, selama kondisi yang mendukung hukum tersebut berlaku. Selain itu, kondisi tersebut tercapai dalam keadaan persilangan yang hanya didukung oleh banyak alel dalam satu lokus gen saja. Apabila persilangan yang terjadi melibatkan banyak gen dalam banyak loci pula, maka akan terjadi gametic disequilibrium dalam loci tersebut yaitu, frekuensi dari tipe genetik manapun tidak sesuai dengan nilai persamaan yang seharusnya. Hal itu dapat meningkatkan atau menurunkan veriabilitas genetik pada suatu populasi dari generasi ke generasi.

Sumber: White, Timothy L., W. Thomas Adams, and David B. Neale. 2007. Forest Genetic. CAB International. London.

2 Responses to “Quiz Pemuliaan Pohon”

  1. Reyes Hitchen January 29, 2012 at 9:27 pm #

    Thank you a bunch for sharing this with all folks you actually know what you are talking about! Bookmarked. Kindly also visit my website =). We could have a link alternate agreement among us!

  2. Tiera Mager February 5, 2012 at 8:21 pm #

    Hi there to every one, as I am truly eager of reading this weblog’s post to be updated regularly. It carries fastidious material.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: