Pembentukan Garis Perekat

26 Oct

Catatan Kuliah Perekatan Kayu

Proses pengerasan perekat dan pembentukan garis perekat:

Flow (aliran sisi / aliran samping)

  • Merupakan pergerakan horizontal dari molekul-molekul perekat di atas permukaan garis perekat sehingga mampu membentuk sebuah film atau garis perekat yang bersambungan (continuous)
  • Flow diperlukan karena beberapa hal:
  • Sistem pelaburan perekat model alur yang dianggap efisien
  • Pelaburan perekat di luar model alur (ax: spray, kuas, padding/disaput)
  • Pelaburan model alur (glue beads)

Transfer

  • Merupakan perpindahan perekat dari sisi terlabur ke sisi yang tidak terlabur.
  • Ekonomi perekatan dalam perekatan dengan salah satu sisi terlabur dan kedua sisi terlabur:
  • Kedua sisi: lebih banyak perekat, waktu pelaburan lebih lama, biaya lebih mahal
  • Satu sisi: perekat lebih sedikit, waktu pelaburan lebih singkat, biaya lebih murah
  • Transfer diperlukan karena ekonomi perekatan memberikan pilihan untuk melakukan perekatan dengan kekuatan rekat lebih besar dengan harga lebih ekonomis.
  • Agar transfer berjalan baik, diperlukan pertimbangan tentang mobilitas molekul perekat.
  • Mobilitas molekul perekat: memudahnya pergerakan molekul perekat, dipengaruhi oleh kekentalan perekat. (kekentalan >>, mobilitas <<; kekentalan <<, mobilitas >>)
  • Perekat labur: berat adonan perekat yang dilaburkan pada suatu luasan garis perekat (berat per luas). (perekat labur >>, transfer >>)
  • Tujuan transfer: menghasilkan kesetimbangan sistem perekatan kayu.

Penetrasi (peresapan)

  • Merupakan masuknya bahan perekat ke dalam bahan direkat sehingga membentuk akar perekat (tendril).
  • Memenuhi teori perekatan mekanik.
  • Penetrasi harus diatur sedemikian rupa sehingga terbentuk akar perekat dengan tetap meninggalkan garis perekat film yang utuh dan pejal.
  • Penetrasi merupakan pergerakan perekat dalam jumlah besar sehingga memerlukan ekstra mobilitas molekul.

Pembasahan (wettabilitas)

  • Merupakan pergerakan spontan molekul perekat sewaktu bersinggungan dengan molekul bahan direkat di permukaan.
  • Dipengaruhi oleh kesesuaian antara molekul-molekul di permukaan kayu dengan molekul-molekul komponen adonan perekat.
  • Molekul perekat umumnya larut air (water based adhesive).
  • Berhubungan dengan teori perekatan spesifik.
  • Sudut wetabilitas kecil akan menghasilkan perekatan yang bagus.

Pengerasan (solidification)

  • Merupakan langkah terakhir, menghasilkan garis perekat yang kuat untuk mengikat dua permukaan.
  • Kecepatan pengerasan tergantung pada jenis perekatnya.
  • Cara pengerasan perekat:
  • Kehilangan solfen (pelarut): bisa dicapai dengan proses pengeringan (menguapkan solfen dengan berbagai cara: pemanasan, pemvakuman, diangin-anginkan / dihembus udara untuk memecah turbulensi, dll)
  • Higroskopisitas kayu: solfen berpindah ke bahan kayu.
  • Ikatan ion: reaksi dalam perekan (polimerisasi, dll)
  • Pengerasan terjadi karena ikatan antara kedua bahan direkat dapat terjadi karena kombinasi ketiganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: