Istilah dalam TPPE

27 Oct

Catatan Kuliah Teknologi Pengolahan Produk Ekstraktif

 

Hidrolisis: reaksi antara uap panas dengan ester-ester minyak kayu putih sehingga menimbulkan adanya asam-asam dan alcohol, ditandai dengan keadaan minyak yang suram atau keruh (tidak jernih)

Putaran optic: minyak memiliki kemampuan untuk membelokkan cahaya, membentuk bidang polarisasi

Opalesensi: terbentuk kilauan warna tertentu ketika minyak diarahkan ke cahaya

–          Opalesensi ringan: minyak tetap jernih, kelihatan berkilau

–          Opalesensi berat: tidak memantulkan cahaya, menyerap cahaya membentuk warna keruh

Enflurasi: cara mengikat minyak atsiri dengan menggunakan lemak padat

Degumming: menghilangkan getah resin pada alat penyuling, dapat dengan alkali atau diaduk (stirring)

Bilangan asam, bilangan ester, dan bilangan penyabunan:

–          Minyak memiliki asam bebas dan asam terikat.

–          Jumlah asam bebas dalam minyak adalah bilangan asam.

–          Jumlah asam terikat dalam minyak adalah bilangan ester.

–          Bilangan ester: banyaknya alkali yang diperlukan untuk menetralkan ester dalam 1 gram minyak.

–          Bilangan penyabunan: jumlah asam lemak dalam minyak yang membentuk kristal garam (sabun)

–          Bilangan ester = bilangan penyabunan – bilangan asam

–          Trigliserida (bilangan penyabunan) + KOH => sabun kalium + gliserol

–          Bilangan penyabunan maksimal ketika trigliserida + alkali

Asetilasi: penambahan gugus asetil (CH3OH) ditunjukkan dengan bilangan asetil.

Bilangan iod: bilangan yang menunjukkan ada tidaknya ikatan rangkap

–          Semakin tinggi bilangan iod, minyak akan semakin tidak jenuh

Esterifikasi dan transesterifikasi: pada minyak jarak dilakukan untuk menghilangkan bau, meningkatkan kualitas biodiesel, mengikat fraksi air (menjadi Kristal garam), dan menghasilkan minyak lebih jernih.

Titik tuang: suhu terendah cairan tidak bisa mengalir (gel)

Internal combustion: pembakaran dalam suatu ruangan, diberikan tekanan dalam pembakaran sehingga titik nyala api rendah.

Eksternal combustion: pembakaran di luar ruangan dengan tekanan 1 atmosfer (tanpa pemberian tambahan tekanan) sehingga titik nyala api lebih tinggi daripada internal combustion.

Autoignition: kondisi minyak akan terbakar sendiri dengan pemberian perlakuan tekanan tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: