Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Transformasi Limbah

3 Apr

catatan kuliah Teknologi Pengolahan Limbah, Dr. J.P. Gentur Sutapa, S.Hut., M.Sc.

Penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan limbah dapat memanfaatkan kearifan lokal (tacit knowledge). Tacit knowledge adalah pengetahuan yang tak terlihat. Dalam penerapan teknologi yang berdasar pada kearifan lokal, menggunakan metode “SEKI”.

S = Sosialisasi : mempromosikan ide dan inovasi

E = Eksternalisasi : mendengarkan permasalahan dari berbagai sumber untuk mengetahui permasalahan realita

K = Kombinasi : melakukan kombinasi dari inovasi dan solusi

I = Internalisasi : mengaplikasikan kombinasi solusi

Prinsip pengembangan produk daur ulang:

  1. Pemanfaatan bahan asal
  2. Sesedikit mungkin melakukan pembongkaran bahan asal
  3. Sesedikit mungkin menggunakan energi
  4. Sesedikit mungkin memberikan bahan tambahan
  5. Menghilangkan bahan beracun

Proses penanganan limbah:

  • Biologi ex: media jamur
  • Fisika ex: sumber energi
  • Kimia ex: desinfektan

Tahap pengolahan limbah terkadang melewati proses pre-treatment. Proses pre-treatment dilakukan untuk penyamaan (equalisasi), contohnya penyamaan kadar air, dimensi, jenis, berat jenis.

“Realita di masyarakat sebenarnya adalah gelas isi dengan tabir tipis yang membuat isinya tidak bisa diminum. Jangan anggap masyarakat itu gelas kosong.” (Sutapa, 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: