Aplikasi Ergonomi

23 Jun

Ergonomi – Prof. T.A. Prayitno

Aplikasi ergonomi

Posisi kerja: berdiri, duduk

Proses kerja: pekerja dapat menjangkau peralatan kerja sesuai dengan posisi waktu bekerja yang sesuai

Tata letak tempat kerja: display harus tetap terlihat jelas pada waktu melakukan aktivitas kerja.

Contoh:

Mengangkat beban

  • Tidak melebihi aturan yang ditetapkan
  • Organisasi beban: pekerjaan harus diatur dengan berbagai cara –> mengatur semua peralatan untuk menghasilkan produktivitas tinggi dan kelelahan minimum
  • Alat bantu mekanik diperlukan kapanpun
  • Frekuensi gerakan diminimalisasi
  • Jarak mengangkat beban dikurangi, dicari momen terendah
  • Dalam membawa beban perlu diingat bidangnya tidak licin dan mengangkat tidak terlalu tinggi

Metode mengangkat beban:

– Semua pekerja harus diajarkan mengangkat beban, metode kinetic dari pedoman penanganan harus dipakai yang didasarkan pada dua prinsip:

  • Otot lengan lebih banyak digunakan daripada otot punggung
  • Untuk memulai gerakan horizontal maka digunakan momentum berat badan

– Metode ini termasuk 5 faktor dasar: posisi kaki yang benar, punggung kuat dan kekar, posisi lengan dekat dengan tubuh, mengangkat dengan benar, menggunakan berat badan

– Supervisi medis –> untuk pekerja –> secara teratur:

  • Pemeriksaan sebelum bekerja
  • Pemeriksaan berkala
  • Nasehat kesehatan

Kelelahan (fatigue)

Dalam melakukan pekerjaan, pekerja dapat merasakan kelelahan:

  1. Kelelahan fisik: akibat kerja berlebihan, dimana masih bisa dikompensasi dan diperbaiki performanya seperti semua. Kalau tidak terlalu berat kelelahan ini bisa hilang setelah istirahat dan tidur yang cukup.
  2. Kelelahan patologis: kelelahan ini bergabung dengan penyakin yang diderita, biasanya muncul tiba-tiba dan berat gejalanya.
  3. Psikologis dan emosional: mekanisme melarikan diri dari kenyataan pada penderita psikosomatis. Semangat yang baik dan motivasi kerja akan mengurangi angka kejadiannya di tempat kerja.

Mengatasi kelelahan

  • Lingkungan bersih dari zat-zat kimia, pencahayaan dan ventilasi memadai dan tidak ada gangguan bising.
  • Jam kerja sehari diberikan waktu istirahat sejenak.
  • Kesehatan pekerja dimonitor.
  • Tempo kegiatan tidak harus terus menerus.
  • Waktu perjalanan dari dan ke tempat kerja harus sesingkat mungkin, kalau memungkinkan.
  • Secara aktif mengidentifikasi pekerja dan peningkatan semangat kerja/
  • Fasilitas rekreasi dan istirahat disediakan di tempat kerja.
  • Waktu untuk liburan harus diberikan pada semua pekerja.
  • Kelompok pekerja yang rentan harus lebih diawasi: remaja, wanita hamil-menyusui, pekerja berumur, pekerja shift, pekerja migran.
  • Pekerja yang mempunyai kebiasaan pada alcohol dan zat stimulant atau zat adiktif lainnya perlu diawasi.

Mengukur waktu kerja

Perancangan, pengukuran kerja, dan ergonomi

  1. Studi gerak dan waktu (motion time study)
  2. Perancangan kerja (work design)
  3. Analisis perancangan kerja (metode engineering)
  4. Perancangan dan pengukuran kerja membahas tentang perancangan stasiun kerja dan prosedur-prosedur yang diperlukan untuk melakukan pengukuran kerja (SOP) à agar pekerjaan dilakukan dengan cara yang sama.
  5. Prinsip penting yang digunakan: prinsip ekonomi gerakan (motion economy) dan penyederhanaan kerja (work simplification) à pengukuran performansi kerja manusia, pemberian insentif/bonus.

Penyederhanaan kerja:

  1. Bertujuan untuk mencari cara kerja yang lebih mudah, lebih cepat, lebih efisien, dan menghindari pemborosan-pemborosan material, waktu, tenaga, dll.
  2. Langkah penyederhanaan kerja: pemilihan kegiatan kerja, pengumpulan dan pencatatan datam analisa terhadap langkah kerja, usulan dan pengujian alternatif metode yang lebih baik aplikasinya dan evaluasi metode kerja yang baru.

Penggambaran prosedur kerja:

  1. Peta proses operasi (menggambarkan semua aktivitas produktif yang terlihat dalam proses pelaksanaan kerja dengan menggunakan symbol)
  2. Peta aliran proses (flow-chart) à menggambarkan semua aktivitas produktif dan non-produktif, serta lebih detail dan lengkap
  3. Peta tangan kiri dan tangan kanan (menggambarkan gerakan kerja yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri seoran operator dalam sebuah stasiun kerja, untuk memperoleh keseimbangan gerakan kerja.
  4. Diagram aliran (persis sama dengan peta aliran proses, dimana penggambarannya dilakukan di atas gambar layout dari fasilitas kerja.

Prinsip ekonomi gerakan:

  1. Eliminasi gerakan
  2. Kombinasi gerakan/aktivitas kerja
  3. Penyederhanaan gerakan

Maksud dan tujuan pengukuran sistem kerja:

  • Mendapatkan ukuran-ukuran tentang kinerja dan beban yang berlaku pada suatu sistem kerja
  • Mendapatkan ukuran-ukuran kuantitatif yang benar tentang kinerja dan beban kerja suatu sistem kerja (berarti pengukurannya harus dilakukan secara ilmiah sehingga hasil-hasilnya dapat dipertanggungjawabkan bagi siapa saja (pekerja maupun perusahaan).
  • Menggunakannya untuk pembakuan sistem kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: