Ekstraktif Kayu

25 Oct

Catatan Kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru.

Pembentukan kayu melalui beberapa tahap:

  • Pembelahan kambium

Tahap pembelahan kambium terjadi secara periklinal dan antiklinal. Pembelahan periklinal berakibat pada pertambahan diameter pohon, sebab pembelahan periklinal yang menuju kea rah pusat pohon akan membentuk kayu, sedangkan pembelahan yang mengarah ke luar pohon akan membentuk kulit. Pembelahan kambium secara antiklinal membentuk kambium lagi yang akan menjadikan kayu terus mengalami pertumbuhan sekuder.

  • Diferensiasi sel-sel

Sel-sel yang telah mengalami pembelahan kemudian mengalami diferensiasi atau membentuk sel-sel yang khusus fungsinya. Sel-sel kambium tersebut kemudian dibagi menjadi dua bentuk diferesiasi, yaitu inisial kambium kumparan (IKK) yang kemudian akan membentuk sel-sel pembuluh, serabut, dan parenkim aksial, sedangkan inisial kambium jari-jari (IKJ) kemudian akan membentuk sel-sel parenkim jari-jari.

  • Pembesaran dan pemanjangan sel

Sel-sel kayu yang telah mengalami diferensiasi kemudian mengalami pembesaran dan pemanjangan. Sel yang mengalami pembesaran umumnya adalah sel-sel pembuluh, sedangkan sel yang mengalami pemanjangan umumnya adalah sel-sel serabut.

  • Penebalan sel

Sel-sel kayu yang telah mengalami pembesaran dan pemanjangan kemudian mengalami penebalan, yaitu terbentuknya dinding sel yang berlapis-lapis.

  • Pengerasan atau lignifikasi sel

Sel-sel kayu yang telah mengalami penebalan kemudian terjadi lignifikasi, yaitu terjadinya pengerasan pada sel karena terbentuknya lignin pada lamela tengah.

 

Komponen utama dinding sel:

  1. Selulosa (fraksi polisakarida)
  2. Hemiselulosa (fraksi polisakarida)
  3. Pektin (fraksi polisakarida)
  4. Lignin (fraksi aromatik)

Komponen sekunder kayu:

  1. Ekstraktif (1-10%)
  2. Abu (<1%)

 

Ekstraktif kayu:

  • Merupakan zat metabolit sekunder karena memiliki berat molekul yang lebih rendah daripada zat metabolit primer
  • Terdapat dalam rongga sel atau saluran getah
  • Kisaran jumlah dan senyawa yang sangat bervariasi dalam tiap jenis kayu
  • Terdapat ekstraktif primer dan ekstraktif sekunder dalam kayu
  • Berpengaruh pada sifat kayu maupun proses pengolahan kayu
  • Bisa diekstraksi dengan pelarut organic netral polar dan nonpolar

 

Karakteristik ekstraktif primer:

  1. Mendukung fisiologi pohon
  2. Selalu terbentuk dalam metabolisme
  3. Terbentuk di kayu gubal

Karakteristik ekstraktif sekunder:

  1. Tidak mempengaruhi fisiologi pohon
  2. Tidak selalu terbentuk dalam metabolisme pohon
  3. Terbentuk di kayu teras

 

Pentingnya belajar ekstraktif kayu:

Ekstraktif banyak mempengaruhi sifat-sifat kayu, yaitu:

  1. Sifat fisik (BJ, kembang susut, warna, higroskopisitas, sifat akustik)
  2. Bioaktivitas kayu (sifat anti rayap, jamur, oksidan)
  3. Pengolahan kayu:
  • Pengeringan (akibat ekstraktif pada pengeringan kayu yaitu terbentuknya ‘kiln brown stain’)
  • Pengawetan (dapat meningkatkan atau menurunkan kelas keawetan kayu)
  • Korosivitas (adanya ekstraktif dapat menyebabkan kayu bersifat korosif)
  • Perekatan (dapat meningkatkan atau menurunkan waktu ‘curing’)
  • Pulp dan kertas (dapat menyebabkan adanya ‘pitch problem’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: