Isolasi Senyawa Fenolik

18 Mar

Senyawa fenolik termasuk senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan terdistribusi pada berbagai bagian tumbuhan, dan dari masing-masing bagian tersebut memiliki jenis dan kuantitas senyawa yang berbeda.


Metode isolasi senyawa fenolik dilakukan dengan cara maserasi menggunakan metanol. Metode maserasi dipilih agar senyawa yang akan diisolasi tidak rusak, karena pada metode ini tidak ada perlakuan khusus seperti pemanasan
Metanol dipilih sebagai pelarut karena metanol bersifat polar, sehingga cocok sebagai pelarut senyawa fenolik yang juga bersifat polar. Pemisahandilakukan dengan cara kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi flash, dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Identifikasi kemurnian dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan uji titik leleh.


Identifikasi struktur molekul dilakukan dengan menggunakan spektroskopi ultraungu-tampak (UV-VIS) untuk melihat ada tidaknya ikatan rangkap terkonjugasi, spektroskopi inframerah (IR) untuk melihat keberadaan gugus fungsinya, dan spektroskopi resonansi magnetik inti (1H-RMI) untuk melihat posisi atau jumlah proton (atomH).


Istilah senyawa fenolik meliputi aneka ragam senyawa yang berasal dari tumbuhan, yang mempunyai ciri sama yaitu cincin aromatik yang mengandung satu atau dua gugus hidroksil. Senyawa fenolik cenderung mudah larut dalam air karena umumnya mereka sering kali berikatan dengan gula sebagai glikosida. Semua senyawa fenolik berupa senyawa aromatik, sehingga semua menunjukkan serapan kuat di daerah spektrum UV. Karena itu, cara spektrometri penting, terutama untuk identifikasi senyawa fenolik.


Flavonoid merupakan kelompok senyawa fenolik terbesar yang terdapat pada tanaman. Flavonoid merupakan salah satu produk metabolisme sekunder yang penyebarannya terbatas, yaitu pada tumbuhan dan mikroorganisme.


Stilbenoid merupakan kelompok senyawa fenolik yang jumlahnya terbatas pada tumbuhan tetapi terdapat pada seluruh bagian tumbuhan, walaupun dengan jumlah yang sangat sedikit. Kebanyakan senyawa stilbenoid diisolasi dalam bentuk isomer trans.


Maserasi merupakan salahsatu teknik ekstraksi atau pemisahan senyawa yang dilakukan dengan cara merendam sampel menggunakan suatu pelarut tertentu yang sesuai. Pada penelitian ini membagi 2400 gram sampel ke dalam 200 gram untuk satu tahap maserasi, sehingga ada 12 tahap maserasi. Satu tahap maserasi perlakukannya selama 24 jam dengan tiga kali pengulangan. Maserasi menggunakan pelarut metanol, pemilihan pelarut ini dikarenakan senyawa fenolik merupakan senyawa polar, sehingga untuk mengekstrak senyawa polar diperlukan pelarut yang juga polar. Kemudian menyaring dan menguapkan hasil ekstraksi menggunakan penguap putar vakum pada suhu 45-50˚C dengan laju putaran 120-150 rpm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: