Cerita tentang Buku Catatan

20 Jul

my stories ringo

Halo! Sudah lama banget nggak update di blog ini. Kali ini aku akan bercerita tentang catatan. Di blog ini banyak banget catatan bertebaran. Catatan kuliah, quote, dan apalah nano-nano. Catatan kuliah yang ditulis di blog ini sebetulnya adalah untuk menghindari agar catatanku nggak hilang karena dipinjam. Soalnya pernah kejadian, catatan selalu muter di kelas pas deket-deket ujian, kadang kembali lecek, kembali setelah ujian, atau malah nggak kembali sama sekali. Kesel kalau catatan ngga kembali atau baru kembali setelah ujian. Aku hanya bisa mengandalkan ingatan dan browsing tema-tema yang kira-kira dibahas di kuliah.

Jadi, catatan itu suka kuketik ulang. Bermanfaat juga sih, karena jadi baca ulang catatan sekaligus belajar. Kalau ada hal yang dicatat kurang jelas, bisa ditandai untuk ditanyakan di kelas atau browsing untuk dicari penjelasannya. Lalu, aku baru ingat kalau aku punya blog sejak esema yang nggak pernah diurus. Jadi catatan yang kuketik itu kemudian ku-posting di blog ini. Kalau ada yang mau pinjam catatan tinggal kukasih alamat blog-ku. Silakan cari sendiri di blog ya. Hehehehee…

Selain catatan pelajaran atau kuliah, aku juga menyimpan catatan lain. Bukan jurnal, bukan diari, tapi nano-nano. Terinspirasi dari buku Writer’s Notebook oleh Ralph Fletcher yang seharusnya jadi catatan penulis, aku sok nggaya punya buku catatan padahal aku bukan penulis. Trus, buku itu diisi apa dong? Macam-macam isinya. Ada quote, ada lirik lagu, ada percakapan lucu yang kudengar, ada cerita tentang mimpi yang kualami, sampai gambar dan coret-coretan nggak jelas.

Sejak pertama kali punya catatan ini, aku masih pakai terus. Kalau habis, beli lagi. Sampai sekarang sudah terkumpul 6 buku catatan, tapi 3 diantaranya masih belum penuh dan masih dipakai sampai sekarang.

buku catatan

1. Catatan pertama ini hadiah ultah. Isinya random. Ada lirik lagu, quote-quote dari buku atau kata-kata yang diucapkan teman, guru, atau siapapun yang menurutku menarik untuk diingat. Ada catatan poin-poin karangan juga kalau pas ada tugas mengarang atau menulis. Waktu lebaran, kan sering ada yang kirim pantun lewat SMS tuh, atau quote-quote menarik yang dikirim lewat SMS, itu kutulis di buku ini. Sayang kalau kata-kata bagus nggak diingat, karena SMS secara otomatis terhapus untuk melongarkan memori handphone. Beberapa dari quote-quote itu ada yang sudah pernah ku-posting di blog ini. Buku catatan ini sudah penuh isinya selama 2 tahun, lalu ganti baru.

2. Ini adalah pengganti buku pertama, tapi aku nggak nyaman pakainya. Aku beli di Mirota. Isinya belum penuh, aku sudah pindah buku. Yang membuatku nggak nyaman mengisinya adalah nggak praktis: ukurannya terlalu besar (walaupun sama besar dengan buku pertama), covernya lemes (bukan hardcover), dan ring-nya terlalu kecil. Ukuran nggak terlalu bermasalah, tapi cover yang tidak keras dan ring yang terlalu kecil cukup mengganggu. Cover yang keras dan kaku lebih enak dipakai karena bisa ditulisi di alas atau landasan yang tidak stabil atau empuk. Ring yang terlalu kecil tidak bisa dipakai untuk menyelipkan pulpen. Karena itulah, tiga hal pokok ini jadi pertimbanganku beli buku catatan. Tapi sampai sekarang masih dipakai, hanya untuk di rumah, dan diisi dengan lirik lagu, catatan not dan kunci lagu (I’m an amateur pianist).

3. Buku ketiga ini kudapat dari doorprize dan langsung kupakai sebagai pengganti buku kedua. Isinya nggak beda jauh dengan buku pertama, tapi ada juga catatan rapat. Karena buku ini kecil, maka sering kubawa ke mana-mana. Praktis untuk segala kegiatan yang butuh nulis, semua ditulis di sini. Ring-nya juga cukup besar, jadi bisa digunakan untuk menyelipkan pulpen. Buku ini sekarang sudah penuh juga.

4. Setelah buku ketiga habis dan belum sempat beli buku baru, aku diberi buku keempat ini dari bank. Ini sebetulnya tipe buku agenda. Tapi aku menggunakannya untuk mencatat apapun, dan tidak mempedulikan tanggalnya. Kucatat saja urut halaman kalau ada hal yang ingin ditulis, kalau tanggalnya nggak sesuai kucoret dan kuganti dengan tanggal yang sesuai. Isinya sama seperti buku ketiga dengan tambahan tulisan atau poin-poin review dan tulisan untuk postingan blog.

5. Ini adalah pengganti buku keempat yang sudah penuh dan merupakan hadiah ultah. Isinya sama dengan buku keempat. Lalu sewaktu masih dalam pengisian buku ini, ada tawaran pemesanan Notebook BBI. Langsung kupesan deh, soalnya butuh. Buku ini masih belum penuh. Tadinya kupakai untuk me-review buku dan nulis postingan untuk blog buku, tapi karena punya Notebook BBI, buku ini digunakan untuk menulis apapun yang nggak berkaitan dengan postingan blog buku. Termasuk tulisan ini. Hehehee…

6. Yang terakhir bergabung dengan tumpukan buku-buku catatan ini adalah Notebook BBI. Notebook ini khusus untuk postingan di blog buku. Cek di Sudut Buku Hani kalau penasaran. Jadi yang masih diisi sampai sekarang ada tiga buku, yaitu buku ketiga (untuk lirik, not, dan kunci lagu), buku kelima (untuk mencatat apapun yang tidak berhubungan dengan postingan blog buku), dan buku keenam (khusus untuk tulisan tentang postingan blog buku). Buku ketiga selalu di rumah, sedangkan buku kelima dan keenam sering kubawa-bawa.

Sebetulnya masih ada satu buku lagi sih, yaitu catatan skripsi. Sepertinya kalau catatan ini umum dimiliki semua mahasiswa skripsi sih. Aku sampai punya dua buku catatan skripsi. Satu penuh, yang satu tidak penuh karena sekarang sudah lulus! Yeay! Catatan skripsi ini isinya adalah data skripsi, perhitungan, sitasi buku-buku perpus, poin-poin pembahasan, poin-poin presentasi untuk sidang pendadaran, dan curhat skripsi. Hehehehee…

Beberapa orang mungkin malas punya catatan. Kadang begitu sudah mencatat jarang ditengok ulang kalau nggak keluar di ujian. Memang harus punya niat khusus sih menyimpan catatan itu. Tapi aku merasakan keuntungan dengan menyimpan catatan. Catatan ini membuatku tetap konsisten menulis dan menjadi lebih produktif. Kekonsistenan ini juga nggak langsung terbentuk begitu punya buku catatan. Buku pertama saja baru penuh setelah dua tahun. Itu pun aku menulis juga nggak tiap hari. Semua yang kutulis di buku catatan hanya kulakukan kalau aku sedang mood saja. Tapi coba deh, kalau sedang ada waktu luang, buka-buka lagi catatan lama. Biasanya akan muncul lagi mood untuk menulis. Apa pun yang ingin ditulis, tulis saja. Catatan pribadi isinya bebas. Kalau mood sudah terkumpul, tulisan yang bagus bisa ditulis ulang dan dibenahi, lalu dipublikasikan.

That’s the story of my notebook.

blog ttd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: