Archive | Article RSS feed for this section

5 kota ‘hantu’ modern

28 Oct

Banyak kota modern di dunia yang ditinggalkan penduduknya karena berbagai alasan. Hal tersebut juga yang memunculkan istilah ‘kota hantu’ (ghost town). Berikut adalah urutan 5 kota modern dunia yang ditinggalkan manusia versi http://adventure.howstuffworks.com/abandoned-city.htm Continue reading

Menulis Berita

28 Feb

Baru saja mengunjungi situs About.com, saya sudah menemukan sebuah artikel menarik. Artikel ini berjudul How to Write a News Article. Klik judul artikel untuk melihat artikel aslinya.

Saya memang berkecimpung di media, sehingga hal-hal semacam ini merupakan hal yang wajib diketahui. Namun demikian, setelah membaca artikel ini, saya semakin tahu bahwa menulis berita yang baik harus memenuhi unsur-unsur tertentu. Berikut adalah tahap penulisan berita:

Mencari Berita

Pertama-tama, kita harus tahu apa yang akan kita tulis. Terkadang, jika editor kita menginginkan, kita harus mencari berita mengenai topik tertentu. Walaupun demikian, terdapat pula berita yang bersifat insidental, sehingga penulisan berita tidak perlu menyangkut topik yang diberikan.

Ketika kita sudah menentukan topik, kita harus mencari bahan yang bisa mendukung topik kita. Hal itu bisa didapat dari pencarian pustaka di perpustakaan atau wawancara mengenai seseorang, organisasi, kegiatan atau acara yang ingin diliput. Selanjutnya, kita harus mendapatkan testimoni beberapa orang yang menghadiri acara tersebut atau orang yang mengenal narasumber yang kita wawancara, dan sebagainya untuk mendapatkan persepsi publik agar berita yang kita tulis objektif.

Bagian-Bagian Artikel Berita

Hal ini perlu diketahui agar kita dapat menulis draft artikel berita yang baik.

Headline/Judul: Dalam penulisan berita, judul harus menarik (catchy) dan to the point. Sebaiknya singkat, dan terdiri dari satu kalimat dan bukan kalimat bertingkat. Penulisan angka biasanya langsung ditulis dengan angka dan tidak dijabarkan dengan huruf. Contoh: Mahasiswa Melakukan Penanaman di Pantai Wedi Ombo.

Byline: Setelah judul ditulis di bagian atas tengah draft, di bawah judul kita mencantumkan nama kita sebagai reporter yang meliput berita yang kita tulis. Editor dapat mengeditnya apabila berita kita dimuat dalam kolom menjadi identitas atau kode tertentu yang dapat kita kenali.

Lede: Ini merupakan paragraf pertama yang menggambarkan keseluruhan isi berita secara singkat. Paragraf pertama ini sangat krusial untuk menarik pembaca agar membaca keseluruhan berita atau puas hanya dengan membaca awalnya saja. Bagian ini sebaiknya dibuat dengan jelas, namun penulis berita juga dapat membuat pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan berita dengan memberikan kata-kata pancingan.

Berita: Bagian ini menjelaskan rincian berita yang sudah kita liput. Penulisan hendaknya dilakukan secara kronologis dan detail, namun apabila kita dibatasi dengan jumlah baris dalam kolom yang hendak kita isi, sebaiknya penulisan berita ini juga dapat dilakukan dengan singkat. Informasi terpenting sebaiknya diletakkan pada bagian awal paragraf, atau dapat pula diletakkan pada lede untuk memancing minat pembaca. Informasi penjelas, latar belakang, dan informasi terkait dituliskan untuk memperjelas berita dan informasi penting yang kita sampaikan. Sebaiknya kita menggunakan kalimat-kalimat aktif, dan menghindari pasif. Kalimat pasif baik digunakan untuk menulis karya ilmiah. Selain itu, dalam kalimat berita, jangan mencantumkan opini kita sendiri (penulis) di dalamnya karena akan membuat berita kita kurang objektif.

Link dalam artikel ini:

http://www.about.com/

http://homeworktips.about.com/od/paperassignments/a/How-To-Write-A-News-Article.htm?nl=1

http://lacakbalak.nyatet.in/index.php/himaba-menanam-lagi/

Hujan Asam yang Mematikan

27 Jan

Pencemaran atau polusi telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Air, tanah, udara, bahkan suara tak luput dari jangkauannya. Polusi adalah pengotoran air, tanah, udara, dsb. dengan bahan-bahan kimia yang menyebabkannya jadi tercemar.

Polusi berakibat buruk bagi lingkungan seperti hilangnya habitat, berkurang bahkan punahnya populasi hewan, hujan asam, bencana alam, dan pemanasan global. Bagi manusia, polusi juga berdampak pada menurunnya hasil panen, berkurangnya pangan, terganggunya kesehatan, dan munculnya berbagai macam penyakit.

Salah satu akibat polusi yaitu hujan asam tidak dapat dianggap remeh. Hujan asam terbentuk dari proses terbentuknya hujan pada umumnya, yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Namun, air yang terevaporasi mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang cenderung asam. Bahan-bahan kimia tersebut adalah polusi yang mencemari air pada suatu tempat. Walaupun tidak semua tempat terkena polusi, air tercemar pada suatu tempat dapat terevaporasi dan menjadi hujan asam di tempat lain, sehingga tempat yang tidak tercemar juga mendapat akibatnya. Namun demikian, hujan asam baru dapat terbentuk dan memberikan dampak nyata apabila kandungan asamnya dan pencemarannya tinggi.

Asap kendaraan bermotor yang mencemari udara juga dapat memicu hujan asam. Bahan-bahan kimia di udara yang terikat uap air terakumulasi pada saat kondensasi dan akan menurunkan hujan yang bersifat asam. Sekali lagi, hujan baru dikatakan hujan asam apabila kadar keasamannya tinggi, yaitu memiliki pH kurang dari 5.

Hujan asam dapat berakibat pada naiknya kadar keasaman tanah dan air. Air kolam yang menjadi asam karena hujan asam dapat mematikan populasi yang hidup didalamnya. Ikan, amfibi, dan reptil dewasa mungkin dapat menghadapi kenaikan kadar keasaman yang hanya seberapa itu. Namun, telur-telur beberapa jenis ikan, amfibi, dan reptil tidak bisa bertahan dari perubahan keasaman itu. Beberapa diantaranya tidak dapat menetas bahkan mati. Lama-kelamaan, populasi dalam kolam tersebut akan menyusut dan kemudian tidak akan ada kehidupan lagi. Kolam itu juga tidak akan didatangi lagi, sehingga hilanglah satu habitat hidup bagi beberapa satwa. Tanah pun demikian. Tanah yang asam membuat beberapa organisme tidak dapat tumbuh di atasnya, bahkan lumut atau ganggang pun ogah. Cacing tanah dan hewan tanah lain juga akan terancam kehidupannya oleh hujan asam.

Bagi manusia, hujan asam juga membawa akibat. Mulai dari sakit kepala ringan akibat kehujanan, hingga penyakit akibat pencemaran lain. Air yang dikonsumsi manusia yang diambil dari sumber yang tercemar akan berakibat buruk bagi kesehatan. Apalagi jika air yang dikonsumsi adalah air hujan asam atau air yang tercemar akibat hujan asam. Namun, di Indonesia hujan asam masih kecil kemungkinannya terjadi. Kemungkinan hujan asam terjadi di daerah dengan polusi tinggi, seperti daerah industri dan pabrik. Limbah pabrik baik cair maupun gas akan mencemari lingkungan dan akan membahayakan kesehatan. Namun demikian, sebaiknya hindari minum dari air hujan di daerah kota besar dengan banyaknya pabrik dan limbah industri. Air hujan di daerah yang tidak banyak pabrik dan kendaraan bermotor kemungkinan masih baik. Air di daerah yang banyak pepohonan dan hutan juga terbilang masih baik dan di Indonesia masih banyak daerah berhujan dengan air yang masih baik.

 

Link dalam artikel ini:

http://majari.lemuel.netdna-cdn.com/

http://kamusbahasaindonesia.org/polusi

No More Cable Tangled

25 Jan

Have you ever experienced this:

tangled!

I know it’s very annoying when we’re in a hurry but our cellphone charger, headsets, and many more cables aren’t cooperating with getting tangled to each other. The super hero which could make those up is matches box. Check this out:

neat cable

Who would ever imagine that the empty matches boxes could save the tangled cables? They could also save our day! Small things like empty matches box may be just become rubbish. But in this era when wood and paper are getting rare, we have to make anything more beneficial by do 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace). In this case, we do ‘Reuse’ action that is making the matches box more beneficial by using it to tied the cable so that the cable aren’t getting tangled. While ‘Reuse’ essential is reuse secondhand things until it lost it’s durability, it could reduce the cutting of forest by doing this small thing. This thing isn’t considered small if we do it in large scale. Everything big is started with small thing, right? Moreover, getting the cables neatly can increase it’s durability.

Batik: The Never Ending Fashion

23 Jan

There may have been hundreds design of batik recently since batik become very popular. I’ve got an assignment to collect batik design and I still have the pictures. I’ll share them here.

Batik was originally invented in Java Island, Indonesia. The old batik designs were mostly from places in Java. The designs I share here are from Java.