Kurita Mempraktikkan Teori Fisika

Tahu manga Eyeshield 21? Dulu aku sangat menyukai manga ini. Selain itu juga mengikuti anime-nya. Manga buatan Riichiro Inagaki ini cukup terkenal pada jamannya. Dalam salah satu chapter, ada adegan ketika Komusubi menghilang. Kali ini, aku ingin membahas sedikit, sebisaku, cara Yukimitsu dan Kurita mencari Komusubi. Berikut adalah ulasannya: Tim Deimon Devil Bats kelabakan ketika... Continue Reading →

Advertisements

Klasifikasi Ekstraktif — Ekstraktif Kayu

Catatan Kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru Klasifikasi Ektraktif Kayu menurut Umezawa: Lignan, neolignan, dan senyawa sejenis Norlignan Flavonoid Stilben Diaril Heptanoid Terpenoid Tanin Gula, Gliserida, Lilin, Fenil Propanoid Alkaloid LIGNAN: ikatan C8 fenilpropana dimer sinamil alkohol NEOLIGNAN: lignan denga ikatan selain C8 | C8' - dimer alil / propenil fenil | struktur gabungan dari... Continue Reading →

Senyawa Hasil Alam – Ekstraktif Kayu

Senyawa hasil alam dihasilkan oleh makhluk hidup melalui proses biosintesa dalam sel. Proses biosintesa yang berlangsung secara enzimatik dikenal juga sebagai metabolisme, sehingga produknya disebut juga metabolit yang terdiri dari metabolit primer dan sekunder. Metabolisme sentral adalah perantara (intermediet) untuk menghasilkan metabolit primer dan sekunder. Perbedaan metabolit primer dan sekunder adalah pada fungsinya. Metabolit primer:... Continue Reading →

Kimia Organik — Ekstraktif Kayu

Catatan kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru. Kimia Organik Senyawa organik secara umum adalah sebagai berikut: Alkana dan sikloalkana: golongan senyawa hidrokarbon jenuh di mana semua ikatannya tunggal. Alkana disebut senyawa alifatik/alisiklik yang artinya adalah senyawa rantai terbuka. Sikloalkana adalah senyawa hidrokarbon ikatan tunggal dengan rantai terbuka. Tatanama IUPAC golongan senyawa organik: Rantai terpanjang adalah... Continue Reading →

Ekstraktif Kayu

Catatan Kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru. Pembentukan kayu melalui beberapa tahap: Pembelahan kambium Tahap pembelahan kambium terjadi secara periklinal dan antiklinal. Pembelahan periklinal berakibat pada pertambahan diameter pohon, sebab pembelahan periklinal yang menuju kea rah pusat pohon akan membentuk kayu, sedangkan pembelahan yang mengarah ke luar pohon akan membentuk kulit. Pembelahan kambium secara antiklinal... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑