Archive | Quiz RSS feed for this section

Quiz: Japanese for Beginner#2

21 Jan

-Isilah titik-titik dengan partikel yang tepat.

1. Ano-kata ­­___ gakusei desu.

2. Boorupen ___ kami no shita ni arimasu.

3. Kore wa Ali-san ___ kaban desu.

4. Koen ___ chikaku ni yubinkyoku ga arimasu.

5. Han-san wa gakkou e basu ___ ikimashita.

6. Migi te ___ tabemasu.

7. Rao-san wa heya ___ benkyoushimasu.

8. Niwa ___ haha ga imasu.

9. Maiban 11ji ___ nemasu.

10. Watashi wa haha ___ okane o moraimashita.

11. Watashi wa tomodachi ___ eiga o mimashita.

12. Heya ni tsukue ___ beddo ___ isu ga arimasu.

13. Watashi wa tomodachi ni hon ___ karimashita.

14. Rao-san wa kuni ___ kaerimashita.

15. Watashi wa nani ___ nomimasu.

Answer>>

Answer: Japanese for Beginner#2

21 Jan

1. Ano-kata wa gakusei desu. (Kamu adalah mahasiswa.)

2. Boorupen ga kami no shita ni arimasu. (Ballpoint ada di bawah kertas.)

3. Kore wa Ali-san no kaban desu. (Ini adalah tas milik Ali.)

4. Koen no chikaku ni yubinkyoku ga arimasu. (Di dekat taman ada kantor pos.)

5. Han-san wa gakkou e basu de ikimashita. (Han pergi ke sekolah dengan bis.)

6. Migi te de tabemasu. (Makan menggunakan tangan kanan.)

7. Rao-san wa heya de benkyoushimasu. (Rao belajar di kamarnya.)

8. Niwa ni haha ga imasu. (Di halaman ada ibu.)

9. Maiban 11ji ni nemasu. (Tiap malam tidur jam 11.)

10. Watashi wa haha ni okane o moraimashita. (Saya diberi uang oleh ibu.)

11. Watashi wa tomodachi to eiga o mimashita. (Saya dengan teman pergi ke bioskop.)

12. Heya ni tsukue ya beddo ya isu ga arimasu. (Di dalam kamar ada meja, tempat tidur, dan kursi.)

13. Watashi wa tomodachi ni hon o karimashita. (Saya meminjam buku teman.)

14. Rao-san wa kuni e kaerimashita. (Rao pualng ke negaranya.)

15. Watashi wa nani mo nomimasu. (Saya tidak ingin minum.)

<<Quiz

Quiz: Japanese for Beginner

21 Jan

– Isilah titik-titik dengan kata tanya yang tepat sesuai dengan jawaban yang tersedia.

1. __________ kuni e kaerimasu ka? Ashita ni kaerimasu.

2. Sono mikan wa __________ desu ka? 50-en desu.

3. Anata wa __________ de asa gohan o tabemasu ka? Resutoran de tabemasu.

4. Lee-san no kaban wa __________ desu ka? Sono akai kaban desu.

5. Anata no kuni wa __________ desu ka? Chiisai kuni desu. Soshite, samui desu.

6. Maiasa gakkou e __________ ikimasu ka? Jitensha de ikimasu.

7. __________ ni eiga o mimasu ka? Doyoubi ni mimasu.

8. Kyou no gogo wa nan desu ka?

Kogi desu.

__________ kara desu.

3-ji kara desu.

9. __________ Nagoya e ikimasu ka? Tomodachi to ikimasu.

10. Tenisu to sokka to __________ ga suki desu ka? Sookkaa desu.

11. __________ ni Tokyo e ikimasu ka? 10 ni ikimasu.

12. Kazoku wa __________ imasu ka? 3-nin imasu.

13. Rao-san wa __________ desu ka? 20-sai desu.

14. Ali-san wa sono depato de __________ o kaimashita ka? Kutsu o kaimashita.

15. __________ hon desu ka? Ani-san no hon.

16. Kore wa __________ tokei desu ka? Ii tokei desu.

17. Shiken wa __________ ni desu ka? Rokugatsu desu.

18. __________ repooto o kakimasu ka? Boorupen de kakimasu.

Answer>>

Answer: Japanese for Beginner

21 Jan

1. Itsu kuni e kaerimasu ka? Ashita ni kaerimasu. (Kapan pulang kembali ke negaramu? Besok saya akan pulang.)

2. Sono mikan wa ikura desu ka? 50-en desu. (Jeruk ini harganya berapa? 50 yen.)

3. Anata wa doko de asa gohan o tabemasu ka? Resutoran de tabemasu. (Dimana kamu sarapan? Di restoran.)

4. Lee-san no kaban wa dore desu ka? Sono akai kaban desu. (Tas Lee yang mana? Tas merah yang itu.)

5. Anata no kuni wa dou desu ka? Chiisai kuni desu. Soshite, samui desu. (Seperti apa negara anda? Negara saya kecil dan dingin.)

6. Maiasa gakkou e nan de ikimasu ka? Jitensha de ikimasu. (Setiap pagi ke sekolah pergi ke mana? Ke perpustakaan.)

7. Nan youbi ni eiga o mimasu ka? Doyoubi ni mimasu. (Hari apa mau nonton bioskop? Hari Sabtu.)

8. Kyou no gogo wa nan desu ka? (Sore ini ada acara apa?)

Kogi desu. (Kuliah.)

Nan ji kara desu. (Dari jam berapa?)

3-ji kara desu. (Dari jam 3.)

9. Dare to Nagoya e ikimasu ka? Tomodachi to ikimasu. (Dengan siapa pergi ke Nagoya? Dengan teman.)

10. Tenisu to sokka to dochira ga suki desu ka? Sookkaa desu. (Tenis dan sepak bola, mana yang lebih disukai? Sepak bola.)

11. Nan nichi ni Tokyo e ikimasu ka? 10 ni ikimasu. (Tanggal berapa pergi ke Tokyo? Tanggal 10.)

12. Kazoku wa nan nin imasu ka? 3-nin imasu. (Keluargamu ada berapa orang? Ada 3 orang.)

13. Rao-san wa nan sai desu ka? 20-sai desu. (Rao usianya berapa? 20 tahun.)

14. Ali-san wa sono depato de nani o kaimashita ka? Kutsu o kaimashita.  (Ali di toko itu membeli apa? Membeli sepatu.)

15. Dare ni hon desu ka? Ani-san no hon. (Buku siapa ini? Buku Ani.)

16. Kore wa donna tokei desu ka? Ii tokei desu. (Ini jam tangan yang bagaimana? Jam tangan yang bagus.)

17. Shiken wa nan gatsu ni arimasu ka? Rokugatsu ni arimasu. (Ujian bulan apa? Bulan April.)

18. Nan de repooto o kakimasu ka? Boorupen de kakimasu. (Laporannya ditulis pakai apa? Pakai ballpoint.)

<<Quiz

Quiz Pemuliaan Pohon

21 Jan
  1. Apakah pada persilangan generasi kedua frekuensi genotipenya berubah?

Jawaban:

  1. Berbagai bentuk tekanan evolusi mengubah komposisi genetik suatu populasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Padahal, penghubung antar generasi adalah alel, dan bukan genotype karena genotype terpisah dalam proses segregasi dan rekombinasi selama meiosis. Secara terpisah, Hardy dan Weinberg bekerja untuk mengetahui hubungan antara frekuensi alel di satu generasi dan frekuensi alel dan genotype pada generasi berikutnya dengan beberapa ketentuan kondisi berikut:
    1. Organism tersebut diploid dan bereproduksi secara seksual.
    2. Generasi yang dihasilkan tidak terlalu banyak.
    3. Berlaku kawin acak.
    4. Semua genotype mampu untuk berkembang dan fertile (tidak ada seleksi).
    5. Mutasi kecil.
    6. Tidak ada pergerakan individu (migrasi) ke dalam suatu populasi.
    7. Ukuran populasi amat besar.

Misal diberikan satu lokus dengan dua alel, A1 dan A2 dengan frekuensi f(A1)=p dan f(A2)=q, konsekuensi dari keadaan tersebut seperti yang disebutkan dalam hukum Hardy-Weinberg adalah:

  • Frekuensi alel tidak akan berubah pada generasi-generasi berikutnya.
  • Frekuensi genotype mencapai hubungan konstan menurut proporsi: f(A1A1)=p2, f(A1A2)=2pq, f(A2A2)=q2
  • Frekuensi genotype yang konstan tersebut akan tercapai setelah satu generasi dari kawin acak tanpa memperhatikan alel sumbernya dan frekuensi genotype populasi tersebut.

Kesimpulan dari Hukum Hardy-Weinberg adalah absennya tekanan evolusi yang spesifik menyebabkan berubahnya frekuensi alel, mekanisme pewarisan Mendel, dengan sendirinya menyimpan variasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ditambah lagi, ketika proses kawin yang terjadi adalah acak, proporsi genotipe bisa diperkirakan dari frekuensi alel menggunakan persamaan: f(A1A1)=p2, f(A1A2)=2pq, f(A2A2)=q2.

Dalam populasi yang sebenarnya, frekuensi genotype tidak dapat diketahui secara pasti, namun dapat di-estimasi dari sample individu-individu yang menggambarkan populasinya. Proporsi genetik dalam populasi alamiah pada pohon-pohon hutan (dan banyak organism lain) seringkali mendekati perkiraan Hardy-Weinberg. Hal ini dikarenakan sistem kawin dalam pohon-pohon hutan dan tanaman tingkat tinggi yang lain seringkali mendekati kawin acak.

Kesimpulan: Menurut hukum Hardy-Weinberg, frekuensi genotipe suatu populasi tidak berubah dan tetap konstan sepanjang generasi berikutnya (begitu pula setelah generasi kedua) selama kondisi yang mendukung hukum Hardy-Weinberg terpenuhi. Namun jika terjadi kawin kerabat (inbreeding) atau penyerbukan sendiri (selfing), frekuensi genotipe akan berubah, terjadi mulai  persilangan antar kerabat pada generasi kedua. Pada mulanya populasi tersebut masih akan mengikuti persamaan Hardy-Weinberg pada generasi pertama, namun pada generasi-generasi berikutnya kan terjadi pengurangan jumlah individu heterozigot secaar signifikan.  Frekuensi alel tetap tidak berubah, namun karena genotype pada persilangan akan terjadi segregasi dan penggabungan, frekuensinya akan berubah. Individu heterozigot akan berkurang jumlahnya, dan individu homozigot akan bertambah. Hal tersebut juga akan mengurangi variabilitas genetic populasi tersebut.

Sumber: White, Timothy L., W. Thomas Adams, and David B. Neale. 2007. Forest Genetic. CAB International. London.

  1. Bagaimana variabilitas genetik pada generasi kedua? Makin banyak atau makin sedikit?
Jawaban:
  1. Implikasi Hukum Hardy-Weinberg dalam populasi yang sebenarnya antara lain penyimpanan dan konservasi variasi genetik. Sekali frekuensi genotype persamaan Hardy-Weinberg dicapai, mereka akan selalu konstan dalam generasi-generasi selanjutnya selama kondisi yang mendukung Hukum Hardy-Weinberg terpenuhi. Kawin acak dalam populasi yang besar bertindak untuk melindungi variasi genetik yang ada dalam populasi. Bahkan di dalam populasi dengan inbred yang tinggi, hanya satu generasi dari kawin acak yang diperlukan untuk melindungi frekuensi persamaan Hardy-Weinberg.

Kesimpulan: variabilitas genetik pada persilangan generasi kedua akan mengarah pada keadaan konstan (tidak makin banyak atau sedikit) menurut Hukum dan persamaan Hardy-Weinberg, selama kondisi yang mendukung hukum tersebut berlaku. Selain itu, kondisi tersebut tercapai dalam keadaan persilangan yang hanya didukung oleh banyak alel dalam satu lokus gen saja. Apabila persilangan yang terjadi melibatkan banyak gen dalam banyak loci pula, maka akan terjadi gametic disequilibrium dalam loci tersebut yaitu, frekuensi dari tipe genetik manapun tidak sesuai dengan nilai persamaan yang seharusnya. Hal itu dapat meningkatkan atau menurunkan veriabilitas genetik pada suatu populasi dari generasi ke generasi.

Sumber: White, Timothy L., W. Thomas Adams, and David B. Neale. 2007. Forest Genetic. CAB International. London.