Belated New Year’s Resolutions.

28 Jan

Source: Belated New Year’s Resolutions.

Advertisements

Isolasi Senyawa Fenolik

18 Mar

Senyawa fenolik termasuk senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan terdistribusi pada berbagai bagian tumbuhan, dan dari masing-masing bagian tersebut memiliki jenis dan kuantitas senyawa yang berbeda.


Metode isolasi senyawa fenolik dilakukan dengan cara maserasi menggunakan metanol. Metode maserasi dipilih agar senyawa yang akan diisolasi tidak rusak, karena pada metode ini tidak ada perlakuan khusus seperti pemanasan
Metanol dipilih sebagai pelarut karena metanol bersifat polar, sehingga cocok sebagai pelarut senyawa fenolik yang juga bersifat polar. Pemisahandilakukan dengan cara kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi flash, dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Identifikasi kemurnian dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan uji titik leleh.


Identifikasi struktur molekul dilakukan dengan menggunakan spektroskopi ultraungu-tampak (UV-VIS) untuk melihat ada tidaknya ikatan rangkap terkonjugasi, spektroskopi inframerah (IR) untuk melihat keberadaan gugus fungsinya, dan spektroskopi resonansi magnetik inti (1H-RMI) untuk melihat posisi atau jumlah proton (atomH).


Istilah senyawa fenolik meliputi aneka ragam senyawa yang berasal dari tumbuhan, yang mempunyai ciri sama yaitu cincin aromatik yang mengandung satu atau dua gugus hidroksil. Senyawa fenolik cenderung mudah larut dalam air karena umumnya mereka sering kali berikatan dengan gula sebagai glikosida. Semua senyawa fenolik berupa senyawa aromatik, sehingga semua menunjukkan serapan kuat di daerah spektrum UV. Karena itu, cara spektrometri penting, terutama untuk identifikasi senyawa fenolik.


Flavonoid merupakan kelompok senyawa fenolik terbesar yang terdapat pada tanaman. Flavonoid merupakan salah satu produk metabolisme sekunder yang penyebarannya terbatas, yaitu pada tumbuhan dan mikroorganisme.


Stilbenoid merupakan kelompok senyawa fenolik yang jumlahnya terbatas pada tumbuhan tetapi terdapat pada seluruh bagian tumbuhan, walaupun dengan jumlah yang sangat sedikit. Kebanyakan senyawa stilbenoid diisolasi dalam bentuk isomer trans.


Maserasi merupakan salahsatu teknik ekstraksi atau pemisahan senyawa yang dilakukan dengan cara merendam sampel menggunakan suatu pelarut tertentu yang sesuai. Pada penelitian ini membagi 2400 gram sampel ke dalam 200 gram untuk satu tahap maserasi, sehingga ada 12 tahap maserasi. Satu tahap maserasi perlakukannya selama 24 jam dengan tiga kali pengulangan. Maserasi menggunakan pelarut metanol, pemilihan pelarut ini dikarenakan senyawa fenolik merupakan senyawa polar, sehingga untuk mengekstrak senyawa polar diperlukan pelarut yang juga polar. Kemudian menyaring dan menguapkan hasil ekstraksi menggunakan penguap putar vakum pada suhu 45-50˚C dengan laju putaran 120-150 rpm.

The Greener Earth, The Lower Cost to Pay on Its Behalf

26 Sep

[This post is made from an article discussed in Geography International Symposium, Yogyakarta 4-7 May 2012]
[More information about GIS event: http://geographysymposium.geo.ugm.ac.id/geography_symposium.html%5D

Climate change gives impact on many sectors. It impacts nature and people. It will cause disaster, pest, disease, and many more. But forestry has the solution to overcome it.

Continue reading

Merapi, Here We Go!

21 Sep

merapi

Rasanya udah lamaaaa banget nggak update blog ini. Ngedapetin feel nge-blog susah banget. Jadi begitu udah dapet mood-nya, mending langsung eksekusi.

Dalam kesempatan ini, aku mau sharing petualanganku dan teman-teman yang gokilnya abis-abisan. Pengalaman yang mau aku share adalah pengalaman naik gunung Merapi. Mungkin buat beberapa orang yang udah terbiasa naik gunung ini sih nggak ada apa-apanya, tapi bagiku (khususnya) banyak apa-apanya. Selain itu, postingan ini juga sekaligus buat menghormati teman-teman yang sudah mengantarkanku bertualang di dunia kapur, eh salah, di gunung, karena tanpa kalian petualanganku nggak bakalan seru.

Nah, ide naik gunung ini udah lama sebetulnya. Tapi setelah KKN baru aku dan kawan-kawan mulai ngeh untuk segera merealisasikan wacana yang tak kunjung riil ini (cieh, bahasanya… ckckck). Dua minggu setelah KKN selesai dan dua minggu setelah masa aktif kuliah dimulai (walaupun kami kebanyakan udah nggak kuliah) kami berencana untuk melaksanakan niat kami untuk mendaki gunung Merapi. Sampai H-2 pun kami masih harus memastikan siapa-siapa aja yang fix ikut soalnya hal itu menentukan banget banyaknya persediaan makanan yang harus dibawa.

Continue reading

Klasifikasi Ekstraktif — Ekstraktif Kayu

3 Nov

Catatan Kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru

Klasifikasi Ektraktif Kayu menurut Umezawa:

  1. Lignan, neolignan, dan senyawa sejenis
  2. Norlignan
  3. Flavonoid
  4. Stilben
  5. Diaril Heptanoid
  6. Terpenoid
  7. Tanin
  8. Gula, Gliserida, Lilin, Fenil Propanoid
  9. Alkaloid

Continue reading