Cerita tentang Buku Catatan

Halo! Sudah lama banget nggak update di blog ini. Kali ini aku akan bercerita tentang catatan. Di blog ini banyak banget catatan bertebaran. Catatan kuliah, quote, dan apalah nano-nano. Catatan kuliah yang ditulis di blog ini sebetulnya adalah untuk menghindari agar catatanku nggak hilang karena dipinjam. Soalnya pernah kejadian, catatan selalu muter di kelas pas... Continue Reading →

Advertisements

Klasifikasi Ekstraktif — Ekstraktif Kayu

Catatan Kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru Klasifikasi Ektraktif Kayu menurut Umezawa: Lignan, neolignan, dan senyawa sejenis Norlignan Flavonoid Stilben Diaril Heptanoid Terpenoid Tanin Gula, Gliserida, Lilin, Fenil Propanoid Alkaloid LIGNAN: ikatan C8 fenilpropana dimer sinamil alkohol NEOLIGNAN: lignan denga ikatan selain C8 | C8' - dimer alil / propenil fenil | struktur gabungan dari... Continue Reading →

Senyawa Hasil Alam – Ekstraktif Kayu

Senyawa hasil alam dihasilkan oleh makhluk hidup melalui proses biosintesa dalam sel. Proses biosintesa yang berlangsung secara enzimatik dikenal juga sebagai metabolisme, sehingga produknya disebut juga metabolit yang terdiri dari metabolit primer dan sekunder. Metabolisme sentral adalah perantara (intermediet) untuk menghasilkan metabolit primer dan sekunder. Perbedaan metabolit primer dan sekunder adalah pada fungsinya. Metabolit primer:... Continue Reading →

Kimia Organik — Ekstraktif Kayu

Catatan kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru. Kimia Organik Senyawa organik secara umum adalah sebagai berikut: Alkana dan sikloalkana: golongan senyawa hidrokarbon jenuh di mana semua ikatannya tunggal. Alkana disebut senyawa alifatik/alisiklik yang artinya adalah senyawa rantai terbuka. Sikloalkana adalah senyawa hidrokarbon ikatan tunggal dengan rantai terbuka. Tatanama IUPAC golongan senyawa organik: Rantai terpanjang adalah... Continue Reading →

Ekstraktif Kayu

Catatan Kuliah Ekstraktif Kayu. Bp. Ganis Lukmandaru. Pembentukan kayu melalui beberapa tahap: Pembelahan kambium Tahap pembelahan kambium terjadi secara periklinal dan antiklinal. Pembelahan periklinal berakibat pada pertambahan diameter pohon, sebab pembelahan periklinal yang menuju kea rah pusat pohon akan membentuk kayu, sedangkan pembelahan yang mengarah ke luar pohon akan membentuk kulit. Pembelahan kambium secara antiklinal... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑